Pages

Thursday, May 10, 2018

CEO Paling Berkuasa di Dunia 2018

Forbes membuat riset mengenai CEO paling berkuasa di dunia tahun 2018 ini. Hasilnya, ada 75 nama yang berarti 1 orang untuk setiap 100 juta orang di dunia.

Dari jumlah itu, sebanyak 32 orang adalah Chief Executives Officer (CEO).  Sebagian besar orang Amerika; diikuti oleh beberapa orang Asia, satu orang Eropa dan satu orang Afrika. Di bawah ini adalah 10 CEO teratas, yang mengendalikan bisnis senilai gabungan $ 5 triliun, atau kira-kira sama dengan PDB Jepang (Jepang adalah ekonomi terbesar ketiga di dunia).

  1. Jeff Bezos dari Amazon, yang merupakan orang terkaya di dunia dengan 12 digit di samping namanya. Saat ini kekayaannya adalah US$ 133 miliar.
  2. Larry Page, CEO Alphabet (induk dari Google).  Dia telah berinvestasi dalam perusahaan taksi terbang otonom bernama Kitty Hawk, yang baru-baru ini menguji kendaraannya di Selandia Baru       
  3. Mark Z Zuckerberg dari Facebook
  4. Warren Buffet yang melalui perusahaannya Berkshire telah membeli 75 juta saham Apple
  5. Jamie Dimon, orang yang paling berkuasa di Wall Street. CEO JP Morgan ini mengelola lebih dari US$ 2 triliun dalam asset.
  6. Jack Ma, CEO Alibaba Group ini disebut orang non-Amerika yang paling kuat.
  7. Doug McMillon, CEO Walmart, perusahaan swasta terbesar di dunia ini mengelola 2,3 juta pekerja.
  8. Tim Cook, dari Apple.
  9. Elon Musk, dari SpaceX, yang Februari lalu berhasil meluncurkan roket paling kuat di dunia.
  10. Ma Huateng, pimpinan Tencent.  Pria terkaya di Asia ini dikenal sebagai Pony Ma.


Sumber :

https://siar.com/ceo-paling-berkuasa-di-dunia-2018/

Friday, April 27, 2018

Shuntaro Furukawa, CEO Nintendo Memulai Era Baru

Bersama Presiden Keenam, Shuntaro Furukawa, Era Baru Nintendo Akan Segera Dimulai

Presiden baru Nintendo akan mulai aktif bekerja pada bulan Juni 2018.

27 April 2018

Tak cuma Nintendo, wafatnya Satoru Iwata di tahun 2015 ialah sebuah pukulan besar bagi seisi industri gaming. Selama kepemimpinannya, ia berjasa mempopulerkan video game dan berhasil menyelamatkan perusahaan dari ambang kebangkrutan. Kabar gembiranya, keputusan Nintendo menunjuk Tatsumi Kimishima sebagai penerus Iwata merupakan langkah tepat.

Sebagai presiden Nintendo kelima, Tatsumi Kimishima memandu perusahaan itu bangkit dari keterpurukan di era Wii U melalui pelepasan Nintendo Switch. Ia sendiri yang menjadi host di acara presentasi console hybrid tersebut di bulan Januari tahun lalu. Per akhir Maret 2018, Switch telah terjual sebanyak 17,78 juta unit, dan selama setahun berkiprah, ia merupakan platorm tempat lahirnya game-game terbaik Nintendo.

Namun terdengar berita mengejutkan di hari Kamis kemarin. Setelah memimpin Nintendo sebagai presiden selama hanya dua setengah tahun, Kimishima berniat untuk mengundurkan diri. Ia punya agenda buat menyerahkan tanggung jawab besar tersebut pada seorang pebisnis muda Jepang bernama Shuntaro Furukawa. Presiden baru Nintendo itu akan mulai aktif bekerja pada bulan Juni 2018.

Penetapan Shuntaro Furukawa sebagai presiden keenam menandai strategi berbeda yang diambil oleh perusahaan serta dimulainya era baru Nintendo. Ditakar dari usia, Furukawa tergolong sangat muda (46 tahun) dengan jarak yang cukup jauh dari Kimishima (68 tahun). Dan meskipun belum begitu dikenal publik, komentar-komentarnya menunjukkan bahwa ia tak ragu berpikir berbeda dan ‘melanggar’ tradisi.

“Saya tumbuh bersama Famicom dan datang dari generasi ini,” kata Furukawa via Bloomberg. “Dan kini [sebagai presiden], saya bekerja satu tim bersama kreator Super Mario, Shigeru Miyamoto, yaitu sosok yang sangat saya hormati. Walaupun begitu, tugas baru saya bukanlah hanya sekadar fokus pada Super Mario. Saya diharapkan untuk mengambil keputusan-keputusan penting demi menjamin masa depan perusahaan.”

Titel presiden disandang Furukawa di periode yang ‘aman dan tentram’. Perusahaan hingga kini masih menikmati kesuksesan Nintendo Switch. Di tahun 2018, angka pengapalan console diperkirakan akan menyentuh 20 juta unit. Saat ini, Switch masih berada di fase awal siklus hidupnya, dan Nintendo telah berhasil membangun kemitraan dengan berbagai publisher/developer third-party – di antaranya Electronic Arts, Activision, Bethesda Softworks, hingga studio-studio indie.

Dengan begitu, terbuka kesempatan luas bagi Furukawa untuk mulai membangun warisannya. Satu pertanyaan besar yang ada sekarang ialah, ketika kepemimpinannya dimulai nanti,  area bisnis Nintendo mana yang akan Furukawa prioritaskan?


Sumber :

https://dailysocial.id/post/bersama-presiden-keenam-shuntaro-furukawa-era-baru-nintendo-akan-segera-dimulai

Tuesday, April 24, 2018

Jeff Bezos: Tak Ada PowerPoint di Amazon

25/04/2018


CEO Amazon Jeff Bezos menyatakan, Amazon memiliki kultur yang cukup aneh dibandingkan perusahaan lain ketika melakukan rapat ataupun pertemuan-pertemuan. Dalam setiap rapat tersebut, tidak akan ditemukan presentasi dalam bentuk PowerPoint produk Microsoft. 

"Tidak ada presentasi yang menggunakan PowerPoint di Amazon," ucapnya seperti dikutip Kompas.com dari BusinessInsider  Rabu (25/4/2018). 

"Setiap kami merekrut jajaran eksekutif dari luar, kami selalu memperingatkan bahwa ini akan menjadi rapat teraneh yang pernah ditemui," tambah dia. 

Bezos mengatakan, pada setiap rapat pembicara harus menyiapkan catatan naratif, paling tidak sepanjang enam halaman, dengan kalimat dan topik yang jelas. "Tidak hanya poin-poin saja. Tetapi harus kontekstual sesuai dengan materi yang akan dibahas," katanya. 

Setiap orang akan duduk tenang dan membaca catatan yang sudah diberikan dengan hati-hati, biasanya akan memakan waktu sekitar setengah jam. Kemudian, mereka akan membahas catatan tersebut. 

"Pertemuan semacam ini jauh lebih baik dibandingkan dengan pertemuan lain yang menggunakan bentuk PowerPoint," ujar Bezos. 

Adapun alasan tidak memakai powerpoint tersebut dijabarkan Bezos dalam memo saat rapat tahunan dengan sejumlah pemegang saham. Dia menyebutkan, untuk dapat membuat sebuah catatan panjang, penulis harus memahami subyek  yang dibicarakan. Selain itu penulis juga perlu untuk dapat membuat orang lain memahami apa yang diutarakan. 

Menurut dia, untuk dapat menghasilkan kerja yang berkualitas, diperlukan usaha bukan kecepatan. 

"Untuk menyelesaikan catatan yang baik, bisa jadi memerlukan waktu satu minggu atau bahkan lebih," ujarnya. Lebih lanjut Bezos menjelaskan, catatan yang baik akan menyulut diskusi menjadi lebih hidup dan berkualitas.


Sumber :

https://lifestyle.kompas.com/read/2018/04/25/225000726/jeff-bezos--tak-ada-powerpoint-di-amazon.

Monday, January 29, 2018

Marissa Mayer, Sang CEO Yahoo

Marissa Mayer, Jatuh Bangun Mantan Ratu Yahoo

Semua pihak berekspektasi tinggi saat Marissa Mayer digaet sebagai CEO Yahoo pada 2012. Banyak yang berharap lulusan terbaik Stanford University ini akan mampu mengangkat kembali performa sekaligus pamor raksasa internet tersebut.

29 Januari 2018  |  09:21 WIB

Semua pihak berekspektasi tinggi saat Marissa Mayer digaet sebagai CEO Yahoo pada 2012. Banyak yang berharap lulusan terbaik Stanford University ini akan mampu mengangkat kembali performa sekaligus pamor raksasa internet tersebut.

Namun lima tahun kemudian, justru performa Marissa di Yahoo harus terseret perlambatan pertumbuhan dan perbedaan pendapat internal di dalam perusahaan. Hal ini menyebabkan jatuhnya spirit karyawan dan seruan untuk pengunduran dirinya.

Ditambah lagi, di bawah kendalinya, Yahoo mengalami pelanggaran keamanan besar secara historis yang membuat jutaan pelanggannya terdampak risiko.

Dilansir Business Insider, Marissa pun hengkang dari Yahoo setelah operator telekomunikasi nomor satu di Amerika Serikat (AS) Verizon Communication resmi mengakuisisi Yahoo dengan nilai US$4,48 miliar.

Akusisi tersebut menandakan akhir Yahoo sebagai sebuah perusahaan Internet yang berdiri sendiri. Yahoo kemudian bergabung dengan AOL menjadi sebuah perusahaan kongsi bernama Oath.

Adapun Marissa, yang pernah diisukan bakal CEO Uber selanjutnya pasca kepergian Travis Kalanick, masih belum menelurkan cerita karir baru. Berikut perjalanan epik Marissa Mayer mulai menjadi salah satu pemain papan atas Silicon Valley.


Favorit Para Guru

Marissa Ann Mayer lahir pada 30 Mei 1975 di kota kecil Wisconsin, Amerika Serikat (AS), bernama Wausau. Ia memiliki adik yang terpaut empat tahun bernama Mason.

Ayahnya, Michael Mayer, adalah seorang insinyur lingkungan hidup yang bekerja untuk perusahaan air. Sang ibu, Margaret Mayer, adalah seorang guru seni yang memiliki darah Finlandia.

Sejak kecil, Marissa telah memperlihatkan bakat pada matematika dan sains. Ia pun menjadi favorit di kalangan para gurunya.

Meski memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, oleh teman-temannya ia dianggap tidak begitu terbuka. Bahkan, Marissa pernah menggambarkan dirinya sangat pemalu saat kecil.

Sesi pelajaran balet, ice skating, menghias kue, dan kompetisi tim debat adalah beberapa kegiatan yang mengisi masa kecilnya. “Saya selalu menyukai memanggang kue. Mungkin karena saya sangat ilmiah. Koki terbaik adalah ahli kimia,” ujarnya di kemudian hari, seperti dikutip ThoughtCo.

Saat bersekolah di Wausau West High, Marissa bekerja pada sebuah toko kelontong lokal, di mana dia sering menghafalkan kode nomor untuk jenis barang guna memperlancar proses checkout.

Kecemerlangannya hingga bangku sekolah menengah jadi tiket emas Marissa ke jenjang perguruan tinggi. Ia diterima di 10 perguruan tinggi bergengsi yang ia daftarkan, termasuk Harvard, Yale, dan Stanford. Ia kemudian memilih masuk Stanford dengan harapan akan menjadi dokter.

Namun perspektif hidupnya berubah saat ia mengikuti kelas pengantar ilmu komputer yang disebut CS105. Pengalaman ini membawanya masuk jurusan sistem simbolis, jurusan yang juga digeluti oleh Reid Hoffman dari LinkedIn, Scott Forstall dari Apple, dan Mike Krieger dari Instagram.


Memilih Google

Banyak yang berpendapat kehidupan sosial Marissa tidak begitu menarik saat di perguruan tinggi. Meski demikian, pada saat lulus, ia sudah memiliki 12 tawaran pekerjaan yang mengantre. Tawaran terakhir datang dari Google, startup kecil yang baru memiliki 19 karyawan pada masa itu.

Awalnya ia berencana untuk mengambil tawaran di perusahaan konsultan manajemen McKinsey. Terlebih lagi, menurut analisisnya saat itu, Google hanya memiliki 2% kemungkinan bertahan.

Namun etos kerja karyawan Google pada masa itu memikatnya. Ia berpikir akan mendapatkan lebih banyak pengalaman dan pelajaran di sana. Marissa pun menerima penawaran Google dan bekerja di sana selama 13 tahun berikutnya.


Karir Melejit

Ternyata, ia sangat menyukai bekerja di Google. Selama dua tahun pertama, dia bersedia bekerja 100 jam seminggu secara teratur. Dia juga mampu membagi waktu mengajar di Stanford selama beberapa tahun pertama di Google.

Dengan cepat, ia naik jenjang. Diawali sebagai anggota paruh waktu tim user interface, ia naik menjadi manajer produk. Pada 2003, ialah yang bertanggung jawab atas produk konsumen Google, termasuk pencarian intinya.

Pada 2005, Marissa menjabat sebagai VP produk pencarian dan pengalaman pengguna. Pada saat itu, dia sudah menetapkan agenda untuk pertemuan produk. Menurut Steven Levy, penulis buku tentang Google, Marissa menjadi bagian dari sekelompok kecil eksekutif papan atas yang disebut 'secret cabal'.

Dia mampu menghadapi pers dengan baik dan kalangan media mencintainya. Sempat ada rumor tentang Google yang menjalankan tim PR terpisah hanya untuk Marissa. Meski isu ini tidak benar, Google memang memiliki sekelompok orang PR yang dikhususkan untuk mempromosikan karirnya.


Menikah dan Berkeluarga

Marissa kemudian mengambil langkah cermat dengan mendorong citranya di depan publik. Dia membeli penthouse suite senilai US$5 juta di Four Seasons, San Francisco, dan satu rumah yang berdekatan dengan kampus Mountain View Google.

Gayanya berbusana ditingkatkan. Ia kerap terlihat menghadiri event-event bergengsi dengan mengenakan gaun rancangan Oscar de la Renta.

Marissa dikabarkan sempat berkencan dengan co-founder Google Larry Page selama beberapa tahun. Hubungan keduanya digambarkan dilakukan sangat hati-hati dan terkesan diam-diam. Tak satupun dari mereka yang menunjukkan kemesraan di dalam kantor.

Bukan Larry Page, tapi seorang pengacara dan investor bernama Zachary Bogue yang mampu menarik Marissa ke ikatan pernikahan pada 12 Desember 2009. Pernikahan keduanya membuahkan seorang anak lelaki pada 2012 dan kembar perempuan pada 2015.


Fashionista dengan Detail

Dikenal sebagai fashionista dengan perhatian pada desain, Marissa mendapat kredit untuk memberi tampilan dan nuansa unik yang turut mengkarakterisasi Google. Sebagai contoh, dia bertanggung jawab untuk menyetujui setiap 'doodle' yang muncul di beranda Google.

Perhatian obsesifnya terhadap detail dan gaya manajemen berbasis data ternyata tidak begitu disukai sejumlah orang di Google.

Pada Maret 2009, designer visual andalan Google saat itu, Doug Bowman, memutuskan berhenti dengan mengatakan, “Saya sudah bosan memperdebatkan keputusan desain yang sangat kecil. Ada masalah desain yang lebih menarik di dunia ini untuk ditangani.”

Keresahan terus tumbuh secara internal. Salah satu karyawan berpengaruh di Google yang tidak akur dengan Marissa adalah Amit Singhal, pria di balik algoritma yang memberi kekuatan pada mesin pencari. Dia langsung menemui Larry Page dan memintanya untuk mengeluarkan Marissa dari tim pencari.

Marissa akhirnya pindah ke tim yang mengelola Google Maps dan produk-produk lokal. Saat itu, dia masih merupakan salah satu eksekutif perusahaan.

Namun beberapa orang melihatnya mengalami 'penurunan pangkat', karena tidak lagi bertanggung jawab atas produk Google yang paling penting yakni mesin pencari.


Dipinang Yahoo

Pada 2011, perjalanan Marissa yang hebat di Google sepertinya akan segera berakhir. Tapi peluang besar baru datang kepadanya. Dewan direksi Yahoo menginginkannya menjadi CEO baru Yahoo.

Sejumlah tokoh yang sempat digadang-gadang menjadi CEO Yahoo adalah Nikesh Arora, chief business officer Google, dan Eddy Cue, senior vice president untuk perangkat lunak dan layanan internet di Apple pada masa itu.

Beberapa pihak sebenarnya memiliki keraguan untuk menggaet Marissa sebagai CEO baru Yahoo. Ia dianggap tidak memiliki banyak pengalaman untuk mengelola keuangan bisnis. Dia lebih identik berkutat dengan produk daripada operasional. Bagaimanapun, dewan direksi dengan suara bulat memilihnya sebagai CEO Yahoo berikutnya.

Karirnya di Yahoo dimulai pada Juli 2012. Penempatannya sebagai CEO baru Yahoo mendorong ekspektasi banyak pihak. Poster yang menampilkan dirinya dipasang dengan gaya poster 'Hope' seperti yang digunakan Presiden AS Barack Obama.

Dilansir Biography, Marissa menjadi CEO kelima yang dipekerjakan oleh Yahoo dalam lima tahun. Ia juga pernah tercatat satu dari hanya 20 wanita yang menjalankan perusahaan masuk dalam daftar Fortune 500.

Pada September 2013, Marissa didapuk menduduki peringkat satu oleh majalah Fortune dalam daftar pemimpin bisnis '40 Under 40' tahunannya.


Perjuangan Sang Ratu

Dengan cepat Marissa merombak manajemen Yahoo yang sudah ada dan menempatkan orang-orang kepercayaannya sendiri. Selama tahun pertama kepemimpinannya, saham Yahoo naik dari US$15,74 ke kisaran US$28 per saham pada Agustus 2013.

Namun perlu diingat, sebagian dari keberhasilan Yahoo saat itu dikarenakan performa Alibaba yang memiliki sebagian kepemilikan di Yahoo.

Sebelum Alibaba go public pada 2014, Marissa berada di posisi yang aman karena saham Yahoo adalah satu dari hanya sedikit cara berinvestasi pada raksasa e-commerce asal China tersebut.

Setelah Alibaba go public, Marissa dan perusahaan tersebut berencana untuk menjual saham Yahoo yang tersisa, dan berharap untuk menghindari membayar pajak atas penjualan tersebut.

Meski begitu, Marissa mendapat kredit untuk secara drastis memperbaiki beberapa desain produk dan traffic Yahoo ke aplikasi intinya. Beberapa orang mengatakan bahwa Marissa melakukan perubahan pada budaya internal di Yahoo dan membawa antusiasme kembali.

Di atas segalanya, pendapatan bisnis inti Yahoo tetap sulit meningkat. Kondisi ini serta merta mempertaruhkan posisi Marissa secara langsung.

Pada September 2015, penanam modal di Yahoo dihantui kecemasan ketika IRS menolak memutuskan permintaan Yahoo terkait penjualan Alibaba akan bebas pajak. Hal ini memang tidak berarti Yahoo harus membayar pajak. Akan tetapi, ketidakpastian membuncah dan saham Yahoo turun 4%.

Sementara itu, Marissa harus kehilangan beberapa figur pentingnya, seperti CMO Kathy Savitt dan CDO Jackie Reses. Beberapa pihak juga mempertanyakan strategi akuisisinya, dimana dia menghabiskan sekitar US$3 miliar untuk membeli startup seperti Tumblr dan Polyvore. Langkahnya ini dinilai tidak menghasilkan pertumbuhan yang berarti.

Seorang hedge fund manager, Eric Jackson, menyusun slide setebal 99 halaman yang menjelaskan mengapa Yahoo membutuhkan manajemen baru. Dia menyarankan untuk secara dramatis memangkas kapasitas perusahaan serta melepaskan bisnis seperti pencarian.

Beberapa bulan kemudian, investor Yahoo yakni Starboard mengirimkan sebuah surat yang menuntut perubahan signifikan atas manajemen, dewan direksi, dan strategi dalam Yahoo.


Akuisisi Yahoo

Awal 2016 menjadi masa yang dipenuhi rumor dan spekulasi atas akuisisi Yahoo. Sejumlah perusahaan, mulai dari Comcast hingga AT&T, diisukan akan membeli Yahoo. Akhirnya pada Juli 2016, diumumkan bahwa Verizon akan membeli Yahoo dengan nilai US$4,83 miliar.

Kesepakatan itu mencakup bisnis inti Yahoo, yang akan digabungkan dengan AOL milik Verizon menjadi entitas baru yang disebut 'Oath'. Meski demikian, Verizon tidak mendapatkan saham Yahoo di Alibaba atau Yahoo Japan.

Pada kuartal terakhir 2016, Yahoo mengungkapkan dua pelanggaran keamanan besar-besaran yang mempertaruhkan 500 juta dan 1 miliar akun pengguna.

Sempat timbul kekhawatiran kejadian ini bisa menyebabkan Verizon menarik diri dari kesepakatan itu. Pada akhirnya, harga kesepakatan diturunkan sebesar US$350 juta menjadi US$4,48 miliar.

Akibat aksi korporasi itu, Marissa harus meletakkan jabatannya sebagai CEO Yahoo yang telah diembannya selama lima tahun.

Kesepakatan itu selesai, Marissa mengumumkan pengunduran dirinya pada 13 Juni 2017. Era Marissa Mayer di Yahoo sudah berakhir, naik turunnya karir wanita cantik ini lengkap sudah, atau belum?

Seperti yang tersirat dalam sebuah wawancara pada 2008, dia memiliki pandangan optimistis atas apa yang terjadi di masa depan.

“Saya membantu membangun Google. Tapi saya tidak suka mengandalkan pencapaian saya. Saya rasa yang paling menarik adalah apa yang akan terjadi selanjutnya.”


Sumber :

https://teknologi.bisnis.com/read/20180129/105/731488/marissa-mayer-jatuh-bangun-mantan-ratu-yahoo

Monday, January 8, 2018

Belajar dari Kisah Sukses Mark Zuckerberg

Belajar dari Kisah Sukses Mark Zuckerberg, Sang Penemu Facebook

09 Januari 2018

Mark Zuckerberg masih merupakan seorang mahasiswa Harvard saat memulai situs jejaring sosial yang menjadi cikal-bakal Facebook.

Sebagai seseorang yang sangat menggemari dunia komputer dan pernah  mengembangkan smart MP3 di sekolah menengah atas, Zuckerberg pernah mendapat teguran dari bagian administrasi Harvard karena situs Facemash melanggar hak cipta akibat menggunakan foto-foto yang diambil dari situs online Harvard tanpa izin.

Pria kelahiran 14 Mei 1984 ini memulai Facebook pada bulan Februari 2004 dengan tujuan awal untuk memberikan perubahan dari apikasi Facebook tradisional yang bertipe rendah dan menggabungkannya dengan jejaring sosial seperti Myspace.

Berbeda dengan Facemash, Facebook memungkinkan setiap mahasiswa Harvard untuk membuka akun dan pada akhir bulan lebih dari separuh mahasiswa telah mendaftar.

Zuckerberg cepat memperluas layanan, dengan cara memperkenalkan Facebook ke semua sekolah yang berada di daerah Ivy League pada akhir musim semi dan lebih banyak sekolah di wilayah lainnya pada semester berikut. Situs Wirehog diciptakan sebagai situs filesharing pendamping untuk pengguna Facebook. Dan pada akhir 2004 Facebook memiliki lebih dari satu juta pengguna terdaftar.

Pendapatan iklan yang didapat melalui Facebook membuat dirinya lebih mudah meningkatkan modal ventura dan Zuckerberg serta rekannya membeli domain Facebook.com dari pemegang sebelumnya dan menghilangkan kata "The" dari nama situs tersebut.

Seiring berjalannya waktu, Facebook menjadi semakin inklusif, membuka pintu untuk semua mahasiswa, anggota fakultas, dan alumni (siapa saja yang memiliki alamat email domain-pendidikan yang telah dikonfirmasi), dan pada tahun 2006 Facebook menambahkan jaringan untuk siswa sekolah menengah atas.

Sejak musim gugur 2006, situs ini terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung ke dalamnya. Maka terjadilah sebuah pergeseran besar dari yang sebelumnya terbatas untuk kalangan pelajar, namun saat ini Facebook terbuka untuk siapa saja.

Sementara itu, Facebook Marketplace seperti Craigslist ditambahkan ke situs ini bersamaan dengan platform untuk menawarkan aplikasi. Microsoft membeli 1,6% saham di perusahaan tersebut seharga US$240 juta pada bulan Oktober tahun 2007, dan bulan berikutnya layanan Facebook Beacon ditayangkan perdana sebagai sebuah inisiatif yang dianggap kontroversial yang memadukan teknologi pemasaran dan jejaring sosial. Hal ini mendapat banyak kritik karena dianggap dapat mengganggu privasi seseorang.

Setelah itu, Zuckerberg pindah ke Palo Alto untuk mengoperasikan dan fokus dalam mengembangkan Facebook sepenuhnya, serta mengambil cuti dari Harvard. Saat ini Facebook memiliki kantor di empat gedung yang berada di pusat kota. Bahkan, Zuckerberg diberi julukan "seorang pemuda yang berhasil menghubungkan semua orang di dunia".

Berikut ini tiga pelajar penting yang bisa diambil dari kesuksesan Mark Zuckerberg lewat Facebook, yaitu


1. Cepat

Di Facebook, kegagalan adalah sesuatu yang boleh "dirayakan". Inovasi adalah jantung perusahaan. Semua orang di Facebook disarankan untuk bergerak sangat cepat dan mencoba berbagai hal baru. "Bergerak cepat dan gagal dengan cepat. Kalau Anda tidak mengacaukan sesuatu, Anda tidak bergerak cukup cepat," ujar Mark.


2. Tak Gampang Menyerah

Sejak awal, Mark Zuckerberg dan Facebook sangat diremehkan oleh banyak pihak. Ketika pertama membuat Facebook, Mark dihina karena sudah banyak pesaing kuat seperti MySpace dan Friendster. Saat Facebook berhasil mengalahkan MySpace dan Friendster, Mark masih dihina karena dianggap tidak akan pernah mendapatkan penghasilan yang besar.

Bahkan saat Facebook IPO, Mark masih dihina karena dianggap terlalu muda untuk memimpin perusahaan sebesar Facebook.

"Ini pendapat personal saya, namun saya lebih suka berada di lingkaran orang-orang yang meremehkan kami. Hal tersebut memotivasi kami untuk berani keluar," ujarnya.


3. Berani Bertindak

Kultur di Facebook lebih menghargai orang yang bisa membangun sesuatu daripada orang yang hanya bisa bicara. Ketika karyawan Facebook ingin bertemu Zuckerberg, dia harus mempunyai sesuatu yang ditunjukkan.


Sumber :

https://www.wartaekonomi.co.id/read166827/belajar-dari-kisah-sukses-mark-zuckerberg-sang-penemu-facebook

Kenapa Orang Pintar Belum Tentu Cocok Menjadi Manajer?

Di banyak perusahaan, promosi jabatan sering kali diberikan kepada orang yang paling pintar, paling menguasai pekerjaan, atau paling unggul ...